Ayat ini merupakan kelanjutan dari ancaman di ayat sebelumnya (4:36)
yang ditujukan kepada orang-orang yang sombong dan angkuh, khususnya
mereka yang kikir dan menganjurkan kekikiran, serta menyembunyikan
karunia Allah.
I. Bagian Pertama:
Sifat-sifat Tercela (Kekikiran dan Menyembunyikan Karunia)
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
الَّذِينَ
(Al-laḍīna)
|
Ism Mawṣūl
(Kata Sambung)
|
Na'at (Sifat)
untuk مَن
(orang yang) di ayat 36 pada posisi naṣb
(Maf'ūl bih). Atau Mubtada' yang Khabar-nya dihilangkan.
Pendapat terkuat adalah Na'at.
|
يَبْخَلُونَ
(Yabkhalūna)
|
Fi'l Muḍāri'
(Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)
|
Marfū' dengan
tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.
Kalimat ini adalah Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat
Penghubung) untuk الَّذِينَ.
|
وَيَأْمُرُونَ
(Wa ya'murūna)
|
Wāw ('Aṭf)
dan Fi'l Muḍāri' Marfū'
|
Di-'aṭaf-kan kepada
Yabkhalūna. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.
|
النَّاسَ
(An-nāsa)
|
Maf'ūl bih
(Objek)
|
Manṣūb
(berharakat fatḥah).
|
بِالْبُخْلِ
(Bil-bukhlī)
|
Jārr wa Majrūr
|
Muta'alliq
(terkait) dengan Ya'murūna.
|
وَيَكْتُمُونَ
(Wa yaktumūna)
|
Wāw ('Aṭf)
dan Fi'l Muḍāri' Marfū'
|
Di-'aṭaf-kan kepada
Yabkhalūna. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.
|
مَا
(Mā)
|
Ism Mawṣūl
|
Maf'ūl bih
(Objek) dari Yaktumūna pada posisi naṣb.
|
آتَاهُمُ
(Ātāhumu)
|
Fi'l Māḍī
|
Mabnī 'alā al-fatḥ
al-muqaddar. Hā' (ـهم)
adalah Maf'ūl bih Awwal.
|
اللَّهُ
(Allāhu)
|
Fā'il (Subjek)
|
Marfū'
(berharakat ḍammah).
|
مِن
فَضْلِهِ (Min faḍlihī)
|
Jārr wa Majrūr
|
Ḥāl (Keadaan)
dari Mā atau Muta'alliq dengan Ātāhumu.
|
🔑 Poin Utama I'rāb
Ayat
Kedudukan Al-laḍīna: الَّذِينَ
(Orang-orang yang) berfungsi sebagai Na'at
(sifat) yang menjelaskan مَن
(orang yang) pada ayat 36 (Innallāha lā yuḥibbu
man kāna mukhālan fakhūran).
مَن di
ayat 36 adalah Maf'ūl bih (Manṣūb). Oleh karena
itu, الَّذِينَ
juga berada pada posisi naṣb.
Ayat 37 ini menjelaskan siapa 'orang yang sombong dan angkuh' itu:
mereka adalah orang-orang yang kikir, menyuruh kikir, dan
menyembunyikan karunia Allah.
Kata Kerja Dua Objek (Ātāhumu): Kata
kerja آتَاهُمُ
(Dia telah memberikan kepada mereka) memiliki dua
objek:
Tanda Jarr Yā': Kata لِلْكَافِرِينَ
(bagi orang-orang kafir) adalah Majrūr karena
didahului Lām (Jārr), dan tanda jarr-nya adalah yā'
karena ia adalah Jam' Muḏakkar Sālim.
Ancaman Neraka (Muhīnan): Kata
عَذَابًا
مُّهِينًا (siksaan yang menghinakan)
menekankan bahwa hukuman di akhirat tidak hanya berupa rasa sakit,
tetapi juga kehinaan, yang merupakan kebalikan dari sifat fakhūr
(sangat membanggakan diri) yang dikecam di ayat sebelumnya.
Secara keseluruhan, ayat ini menghubungkan sifat tercela kesombongan
(mukhālan fakhūran) dengan praktik kekikiran dan
penyembunyian karunia, dan mengancam para pelakunya dengan siksaan
yang menghinakan.