Al-Quran Online ini, ajakan untuk mendalami AlQuran sambil mencari ridho dan cinta Allah semata
Daftar Akar Kata Pada AlQuran
Dipersembahkan oleh para sukarelawan yang hanya mencari kecintaan Allah semata

An-Nisa

dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ayat 37

(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

Irab Surat AnNisa ayat 37

Ayat ini merupakan kelanjutan dari ancaman di ayat sebelumnya (4:36) yang ditujukan kepada orang-orang yang sombong dan angkuh, khususnya mereka yang kikir dan menganjurkan kekikiran, serta menyembunyikan karunia Allah.

I. Bagian Pertama: Sifat-sifat Tercela (Kekikiran dan Menyembunyikan Karunia)

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

الَّذِينَ (Al-laḍīna)

Ism Mawṣūl (Kata Sambung)

Na'at (Sifat) untuk مَن (orang yang) di ayat 36 pada posisi naṣb (Maf'ūl bih). Atau Mubtada' yang Khabar-nya dihilangkan. Pendapat terkuat adalah Na'at.

يَبْخَلُونَ (Yabkhalūna)

Fi'l Muḍāri' (Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)

Marfū' dengan tsubūt an-nūn. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il. Kalimat ini adalah Ṣilah al-Mawṣūl (Anak Kalimat Penghubung) untuk الَّذِينَ.

وَيَأْمُرُونَ (Wa ya'murūna)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Muḍāri' Marfū'

Di-'aṭaf-kan kepada Yabkhalūna. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

النَّاسَ (An-nāsa)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

بِالْبُخْلِ (Bil-bukhlī)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq (terkait) dengan Ya'murūna.

وَيَكْتُمُونَ (Wa yaktumūna)

Wāw ('Aṭf) dan Fi'l Muḍāri' Marfū'

Di-'aṭaf-kan kepada Yabkhalūna. Wāw al-Jamā'ah adalah Fā'il.

مَا ()

Ism Mawṣūl

Maf'ūl bih (Objek) dari Yaktumūna pada posisi naṣb.

آتَاهُمُ (Ātāhumu)

Fi'l Māḍī

Mabnī 'alā al-fatḥ al-muqaddar. Hā' (ـهم) adalah Maf'ūl bih Awwal.

اللَّهُ (Allāhu)

Fā'il (Subjek)

Marfū' (berharakat ḍammah).

مِن فَضْلِهِ (Min faḍlihī)

Jārr wa Majrūr

Ḥāl (Keadaan) dari atau Muta'alliq dengan Ātāhumu.




II. Bagian Kedua: Ancaman Hukuman

Kata

I'rāb (Kedudukan Gramatikal)

Keterangan/Status

وَأَعْتَدْنَا (Wa a'tadnā)

Wāw (Istināf) dan Fi'l Māḍī

Mabnī 'alā sukūn. (نا) adalah Fā'il.

لِلْكَافِرِينَ (Lil-kāfirīna)

Jārr wa Majrūr

Muta'alliq dengan A'tadnā. Majrūr dengan yā' karena Jam' Muḏakkar Sālim.

عَذَابًا ('Aḏāban)

Maf'ūl bih (Objek)

Manṣūb (berharakat fatḥah).

مُّهِينًا (Muhīnan)

Na'at (Sifat)

Manṣūb, mengikuti 'Aḏāban. Artinya: "yang menghinakan."


🔑 Poin Utama I'rāb Ayat

  1. Kedudukan Al-laḍīna: الَّذِينَ (Orang-orang yang) berfungsi sebagai Na'at (sifat) yang menjelaskan مَن (orang yang) pada ayat 36 (Innallāha lā yuḥibbu man kāna mukhālan fakhūran).

    • مَن di ayat 36 adalah Maf'ūl bih (Manṣūb). Oleh karena itu, الَّذِينَ juga berada pada posisi naṣb.

    • Ayat 37 ini menjelaskan siapa 'orang yang sombong dan angkuh' itu: mereka adalah orang-orang yang kikir, menyuruh kikir, dan menyembunyikan karunia Allah.

  2. Kata Kerja Dua Objek (Ātāhumu): Kata kerja آتَاهُمُ (Dia telah memberikan kepada mereka) memiliki dua objek:

    • Objek 1 (Hā'): Hā' (ـهم) pada آتَاهُمُ.

    • Objek 2 (Mā): مَا (apa yang/karunia) di awal frasa وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ.

  3. Tanda Jarr Yā': Kata لِلْكَافِرِينَ (bagi orang-orang kafir) adalah Majrūr karena didahului Lām (Jārr), dan tanda jarr-nya adalah yā' karena ia adalah Jam' Muḏakkar Sālim.

  4. Ancaman Neraka (Muhīnan): Kata عَذَابًا مُّهِينًا (siksaan yang menghinakan) menekankan bahwa hukuman di akhirat tidak hanya berupa rasa sakit, tetapi juga kehinaan, yang merupakan kebalikan dari sifat fakhūr (sangat membanggakan diri) yang dikecam di ayat sebelumnya.

Secara keseluruhan, ayat ini menghubungkan sifat tercela kesombongan (mukhālan fakhūran) dengan praktik kekikiran dan penyembunyian karunia, dan mengancam para pelakunya dengan siksaan yang menghinakan.